πŸ”₯ | Latest

Memes, Indonesia, and Dada: Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR YAYAN SUPRIYANTO Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO 14 Juni 2017, 05:30 WIB KAB. WONOSOBO, INDONESIA Di kamarnya yang tak terlalu luas, Ahmad Wahno menghabiskan waktu. Terbaring kaku karena penyakit rheumatoid klorosis yang ia derita. Sesekali ia memiringkan posisi tubuhnya agar bisa berinteraksi dengan sekitar. Penyakit ini membuat tubuhnya lumpuh, tak bisa bergerak bebas. Tetapi ujian hidup itu ia terima dengan lapang dada. Sabar, itu kata kunci buat laki-laki yang kerap disapa Mbah Sino ini untuk terus melakukan sesuatu buat orang lain. Salah satunya dengan menjadi guru ngaji. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Setiap hari Sekitar 150 santri datang menyambangi pria asli Lemiring, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah ini untuk belajar menulis dan membaca Alquran. Rumahnya tak pernah sepi, karena para santri silih berganti mengantri untuk belajar. Sebuah meja juga sengaja diletakkan sebelah ranjang tidurnya untuk menunjang proses belajar mengajar. Ketika santri datang, kakek 67 tahun ini langsung mengubah posisi tubuhnya dari telentang menjadi miring. Sembari memegang kayu atau tuding Alquran, ia telaten membimbing santri. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Berbekal ilmu agama dan Alquran yang ia dapat saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kalibeber, Wonosobo ia bertekat untuk mengajar. Biasanya para santri mulai datang pada siang hari hingga malam. β€œKalau tidak digunakan ilmu yang sudah dipelajari nanti enggak ada manfaatnya. Supaya bermanfaat ilmunya ini satu-satunya cara,” kata Mbah Sino, saat temui pada Rabu, 7 Juni 2017. Mbah Sino sedang menulis doa-doa. (NET.CJ-Joko Winarno) Sembari menunggu muridnya, ia mengisi waktu luangnya Mbah Sino menuliskan doa-doa pada kertas yang kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada santri serta warga sekitar. salaminspirasi @thenewbikingregetan
Memes, Indonesia, and Dada: Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh
 yang Semangat Mengajar Ngaji
 EDITOR YAYAN SUPRIYANTO
Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO 14 Juni 2017, 05:30 WIB KAB. WONOSOBO, INDONESIA Di kamarnya yang tak terlalu luas, Ahmad Wahno menghabiskan waktu. Terbaring kaku karena penyakit rheumatoid klorosis yang ia derita. Sesekali ia memiringkan posisi tubuhnya agar bisa berinteraksi dengan sekitar. Penyakit ini membuat tubuhnya lumpuh, tak bisa bergerak bebas. Tetapi ujian hidup itu ia terima dengan lapang dada. Sabar, itu kata kunci buat laki-laki yang kerap disapa Mbah Sino ini untuk terus melakukan sesuatu buat orang lain. Salah satunya dengan menjadi guru ngaji. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Setiap hari Sekitar 150 santri datang menyambangi pria asli Lemiring, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah ini untuk belajar menulis dan membaca Alquran. Rumahnya tak pernah sepi, karena para santri silih berganti mengantri untuk belajar. Sebuah meja juga sengaja diletakkan sebelah ranjang tidurnya untuk menunjang proses belajar mengajar. Ketika santri datang, kakek 67 tahun ini langsung mengubah posisi tubuhnya dari telentang menjadi miring. Sembari memegang kayu atau tuding Alquran, ia telaten membimbing santri. Mbah Wahno sedang mengajar ngaji. (NET.CJ-Joko Winarno) Berbekal ilmu agama dan Alquran yang ia dapat saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kalibeber, Wonosobo ia bertekat untuk mengajar. Biasanya para santri mulai datang pada siang hari hingga malam. β€œKalau tidak digunakan ilmu yang sudah dipelajari nanti enggak ada manfaatnya. Supaya bermanfaat ilmunya ini satu-satunya cara,” kata Mbah Sino, saat temui pada Rabu, 7 Juni 2017. Mbah Sino sedang menulis doa-doa. (NET.CJ-Joko Winarno) Sembari menunggu muridnya, ia mengisi waktu luangnya Mbah Sino menuliskan doa-doa pada kertas yang kemudian diperbanyak dan dibagikan kepada santri serta warga sekitar. salaminspirasi @thenewbikingregetan

Bikin Haru! Kisah Kakek Lumpuh yang Semangat Mengajar Ngaji EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO 14 Juni 2017, 05:30 WIB KAB. WONOSOBO, INDONESIA Di ka...

Head, Memes, and Http: D-O-D DARK SIDE ENSION Gozu dlapa yang Menceritakan &> Mendengarkan Cerita ini Akan Mati HUMANDoD Di Jepang ada sebuah cerita misteri yang bernama Gozu atau Cow Head yang berasal pada abad ke ke-17. Kebenaran kisah Gozu inipun sampai saat ini masih dipertanyakan, sebab cerita Gozu masih menjadi misteri antara kisah nyata atau hanya cerita rakyat belaka. Yang menakutkan dari cerita Gozu ini adalah siapapun yang mendengarkan cerita ataupun yang membaca cerita Gozu ini pasti akan mati, inilah yang membuat banyak orang tidak mau mendengarkan dan membaca cerita ini. Beberapa tulisan dan salinan yang memuat kisah ini telah dibakar habis. Salah satu kisah yang paling populer mengenai Gozu ini adalah cerita seorang guru yang tengah berlibur dengan murid-muridnya. Guru ini memiliki kebiasaan menceritakan kisah-kisah seram untuk menghibur muridnya. Salah satu cerita yang dia ceritakan adalah legenda mengenai Gozu atau Cow Head. Baru beberapa baris saja, murid-murid yang mendengarkan sudah sangat ketakutan dan menutup telinga mereka sampai berteriak β€œStop!” β€œJangan lanjutkan!” dan lainnya. Ketika si guru tetap membacanya, beberapa murid bahkan menjadi pucat dan berteriak-teriak. Namun si guru tetap melanjutkan. Tiba-tiba mata si guru berubah putih, namun tetap melanjutkan bercerita seolah-olah tubuhnya telah dirasuki oleh kekuatan tak terlihat. Satu jam kemudian, si guru sadar dan menemukan bahwa bis mereka mengalami kecelakaan. Sopir pingsan di atas kemudi, begitu juga dengan murid-muridnya. Pada versi lain juga diceritakan bahwa si guru dan murid mengalami hilang ingatan ketika ditemukan oleh pihak berwajib. Sampai saat ini cerita asli Gozu belum pernah ditemukan sehingga sulit untuk dibuktikan apakah kisah Gozu ini benar-benar bisa berdampak mengerikan. Namun yang jelas, sampai sekarang kita masih menunggu penampakan thr. Sumber: http:-palingseru.com
Head, Memes, and Http: D-O-D
 DARK SIDE
 ENSION
 Gozu
 dlapa yang
 Menceritakan &>
 Mendengarkan
 Cerita ini Akan Mati
HUMANDoD Di Jepang ada sebuah cerita misteri yang bernama Gozu atau Cow Head yang berasal pada abad ke ke-17. Kebenaran kisah Gozu inipun sampai saat ini masih dipertanyakan, sebab cerita Gozu masih menjadi misteri antara kisah nyata atau hanya cerita rakyat belaka. Yang menakutkan dari cerita Gozu ini adalah siapapun yang mendengarkan cerita ataupun yang membaca cerita Gozu ini pasti akan mati, inilah yang membuat banyak orang tidak mau mendengarkan dan membaca cerita ini. Beberapa tulisan dan salinan yang memuat kisah ini telah dibakar habis. Salah satu kisah yang paling populer mengenai Gozu ini adalah cerita seorang guru yang tengah berlibur dengan murid-muridnya. Guru ini memiliki kebiasaan menceritakan kisah-kisah seram untuk menghibur muridnya. Salah satu cerita yang dia ceritakan adalah legenda mengenai Gozu atau Cow Head. Baru beberapa baris saja, murid-murid yang mendengarkan sudah sangat ketakutan dan menutup telinga mereka sampai berteriak β€œStop!” β€œJangan lanjutkan!” dan lainnya. Ketika si guru tetap membacanya, beberapa murid bahkan menjadi pucat dan berteriak-teriak. Namun si guru tetap melanjutkan. Tiba-tiba mata si guru berubah putih, namun tetap melanjutkan bercerita seolah-olah tubuhnya telah dirasuki oleh kekuatan tak terlihat. Satu jam kemudian, si guru sadar dan menemukan bahwa bis mereka mengalami kecelakaan. Sopir pingsan di atas kemudi, begitu juga dengan murid-muridnya. Pada versi lain juga diceritakan bahwa si guru dan murid mengalami hilang ingatan ketika ditemukan oleh pihak berwajib. Sampai saat ini cerita asli Gozu belum pernah ditemukan sehingga sulit untuk dibuktikan apakah kisah Gozu ini benar-benar bisa berdampak mengerikan. Namun yang jelas, sampai sekarang kita masih menunggu penampakan thr. Sumber: http:-palingseru.com

HUMANDoD Di Jepang ada sebuah cerita misteri yang bernama Gozu atau Cow Head yang berasal pada abad ke ke-17. Kebenaran kisah Gozu inipun sa...

Memes, Sang, and Bank: MAN 1 Magelang Bebaskan Biaya Duta, Anak yang Daftar Pakai Uang Receh Kompas.com Reni Susant Diterbitkan 22/06/2017 07:48 83 URL MAGELANG, KOMPAS.com - MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah. Uang receh senilai Rp 1 juta milik Duta dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. "Uang Rp 1 juta yang tadinya untuk seragam kami kembalikan, tapi dalam bentuk tabungan, supaya bisa digunakan Duta untuk kebutuhan yang lebih penting. Sementara uang seragam sudah kami bebaskan," kata Kepala MAN 1 Kota Magelang, Kasnawi, Rabu (21-6-2017). Selain itu, remaja asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu tidak akan dipungut biaya pendidikan. Semangat belajar yang tinggi serta ketekunan Duta membuat sekolah mengambil kebijakan itu. "Biaya jangan menjadi kendala untuk sekolah. Yang penting, anak masuk dulu dan nanti akan dibina. Karena anak ini memiliki akhlak yang baik, semangatnya tinggi, nilai akademis tidak menjadi soal," ucapnya. Agung Dwi Lasmono, guru MAN 1 Kota Magelang menambahkan, Eka Duta Prasetya berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang. "Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya," tutur Agung. Selain tekun, lanjut Agung, Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah. Bahkan, uang tabungan Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi. "Di lingkungan rumah, Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin," tutur Agung yang selalu mendampingi Duta. Setelah foto Duta viral di media sosial sejak Selasa (20-6-2017), banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu. Duta tidak perlu lagi bersedih karena kesulitan biaya pendidikan. Para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya. salaminspirasi
Memes, Sang, and Bank: MAN 1 Magelang Bebaskan
 Biaya Duta, Anak yang Daftar
 Pakai Uang Receh
 Kompas.com
 Reni Susant
 Diterbitkan 22/06/2017 07:48
 83
 URL
MAGELANG, KOMPAS.com - MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah. Uang receh senilai Rp 1 juta milik Duta dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. "Uang Rp 1 juta yang tadinya untuk seragam kami kembalikan, tapi dalam bentuk tabungan, supaya bisa digunakan Duta untuk kebutuhan yang lebih penting. Sementara uang seragam sudah kami bebaskan," kata Kepala MAN 1 Kota Magelang, Kasnawi, Rabu (21-6-2017). Selain itu, remaja asal Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang itu tidak akan dipungut biaya pendidikan. Semangat belajar yang tinggi serta ketekunan Duta membuat sekolah mengambil kebijakan itu. "Biaya jangan menjadi kendala untuk sekolah. Yang penting, anak masuk dulu dan nanti akan dibina. Karena anak ini memiliki akhlak yang baik, semangatnya tinggi, nilai akademis tidak menjadi soal," ucapnya. Agung Dwi Lasmono, guru MAN 1 Kota Magelang menambahkan, Eka Duta Prasetya berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang. "Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya," tutur Agung. Selain tekun, lanjut Agung, Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah. Bahkan, uang tabungan Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi. "Di lingkungan rumah, Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin," tutur Agung yang selalu mendampingi Duta. Setelah foto Duta viral di media sosial sejak Selasa (20-6-2017), banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu. Duta tidak perlu lagi bersedih karena kesulitan biaya pendidikan. Para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya. salaminspirasi

MAGELANG, KOMPAS.com - MAN 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya seragam Eka Duta Prasetya (16) setelah mengetahui Duta m...

Memes, Sang, and πŸ€–: D-CO-D DIMENSION legenda Batara Guru HUMANDoD Sejarah pewayangan menceritakan bahwa para dewa dilahirkan. Bethara Guru atau pimpinan para dewa adalah anak Sang Hyang Tunggal. Pada mulanya, Sang Hyang Tunggal menciptakan 3 orang dewa dari sebutir telur. Batara Ismaya berasal dari putih telur, Batara Antaga berasal dari kuning telur dan Batara Manikmaya berasal dari kulit telur. Dulu, antara Manikmaya, Ismaya dan Antaga berkelahi memperebutkan penguasaan atas dunia. Ketiganya menginginkan kekuasaan mutlak atas dunia dan kehidupan manusia. Akibat keserakahannya Ismaya dan Antaga berubah menjadi jelek rupa, sementara Manikmaya yang lebih sabar sekalipun memiliki kesaktian jauh di bawah Ismaya justru mendapat kehormatan kekuasaan sehingga dinobatkan menjadi Sang Hyang Bethara Guru. Bathara Guru akhirnya memiliki keturunan dari buah perkawinannya dengan Dewi Uma, seorang bidadari kahyangan. Dari keturunan tersebut, Bathara Guru menurunkan dewa-dewa penguasa jagat semesta, yaitu : - Batara Indra, yaitu dewa penguasa dunia dan alam. - Batara Bayu, yaitu dewa penguasa angin. - Batara Brahma, yaitu dewa penguasa api dan gunung berapi. - Batara Agni, yaitu dewa penguasa nyala api. - Batara Wisnu, yaitu dewa kebijaksanaan. - Batara Yamadipati, yaitu dewa penguasa alam roh. - Batara Kala, yaitu dewa berwujud raksasa penguasa matahari. Sumber: www.agusputra.com
Memes, Sang, and πŸ€–: D-CO-D
 DIMENSION
 legenda Batara Guru
HUMANDoD Sejarah pewayangan menceritakan bahwa para dewa dilahirkan. Bethara Guru atau pimpinan para dewa adalah anak Sang Hyang Tunggal. Pada mulanya, Sang Hyang Tunggal menciptakan 3 orang dewa dari sebutir telur. Batara Ismaya berasal dari putih telur, Batara Antaga berasal dari kuning telur dan Batara Manikmaya berasal dari kulit telur. Dulu, antara Manikmaya, Ismaya dan Antaga berkelahi memperebutkan penguasaan atas dunia. Ketiganya menginginkan kekuasaan mutlak atas dunia dan kehidupan manusia. Akibat keserakahannya Ismaya dan Antaga berubah menjadi jelek rupa, sementara Manikmaya yang lebih sabar sekalipun memiliki kesaktian jauh di bawah Ismaya justru mendapat kehormatan kekuasaan sehingga dinobatkan menjadi Sang Hyang Bethara Guru. Bathara Guru akhirnya memiliki keturunan dari buah perkawinannya dengan Dewi Uma, seorang bidadari kahyangan. Dari keturunan tersebut, Bathara Guru menurunkan dewa-dewa penguasa jagat semesta, yaitu : - Batara Indra, yaitu dewa penguasa dunia dan alam. - Batara Bayu, yaitu dewa penguasa angin. - Batara Brahma, yaitu dewa penguasa api dan gunung berapi. - Batara Agni, yaitu dewa penguasa nyala api. - Batara Wisnu, yaitu dewa kebijaksanaan. - Batara Yamadipati, yaitu dewa penguasa alam roh. - Batara Kala, yaitu dewa berwujud raksasa penguasa matahari. Sumber: www.agusputra.com

HUMANDoD Sejarah pewayangan menceritakan bahwa para dewa dilahirkan. Bethara Guru atau pimpinan para dewa adalah anak Sang Hyang Tunggal. Pa...