πŸ”₯ | Latest

Memes, πŸ€–, and Mana: Momen Mengharukan Singa Bertemu Penyelamatnya @SAYAPHATI TEMPO.CO, Gaborone - Sirga tengah terpisah dari kawanannya dan tersesat ketika diselamatkan oleh Valentin Gruener dan Mikkel Legarth. Binatang buas ini ditemukan dalam kondisi tidak bisa berdiri dan sekarat. Keduanya kemudian merawat binatang ini hingga sehat sebelum kemudian melepasnya di hutan. Di taman nasional Botswana, Sirga kini bisa berburu mangsa sendiri. Meski berada di alam liar, binatang seberat hampir 50 kg ini masih mengenali dua penyelamatnya. Foto-foto yang diabadikan fotografer Nicolai Frederik Bonnin menunjukkan momen ketika Sirga bertemu kedua penyelamatnya. Dia berlari, kemudian berdiri dengan dua kaki belakang, lalu menggunakan kaki depannya untuk "memeluk" penyelamatnya. Dia, layaknya binatang yang mengenali kawannya, juga sesekali mengajak bercanda penyelamatnya. Misalnya, memainkan kaki Gruener, dan sesekali menubruk Legarth seperti hendak melahapnya. "Induk dan dua anak lainnya tewas saat kami menemukan Sirga dalam kondisi lemah tanpa makanan," kata Legarth, 30 tahun. Ia mengatakan ikatannya dengan Sirga seolah-olah seperti Sirga merupakan bagian dari kebanggaannya. Sirga menjadi mercusuar bagi keberhasilan Modisa Wildlife Project yang didirikan di Botswana oleh Gruener, warga Jerman, dan Legarth, warga Denmark. Organisasi ini berkutat di bidang penyelamatan singa dan pelestarian populasinya. Botswana, luasnya dua setengah kali ukuran Inggris, memiliki wilayah padang gurun yang luas. Namun seiring dibukanya lebih banyak ladang, konflik antara manusia dan singa kian bertambah. Modisa Wildlife Project yang bekerja sama dengan petani lokal dan Willie De Graaff, pemilik Grassland Safari Lodge, kini berjuang untuk menemukan solusi jangka panjang. Rencana jangka pendek adalah merelokasi singa yang bersinggungan dengan petani ke kawasan lindung di mana mereka memiliki cukup mangsa liar untuk dimakan. Salaminspirasi
Memes, πŸ€–, and Mana: Momen Mengharukan
 Singa Bertemu Penyelamatnya
 @SAYAPHATI
TEMPO.CO, Gaborone - Sirga tengah terpisah dari kawanannya dan tersesat ketika diselamatkan oleh Valentin Gruener dan Mikkel Legarth. Binatang buas ini ditemukan dalam kondisi tidak bisa berdiri dan sekarat. Keduanya kemudian merawat binatang ini hingga sehat sebelum kemudian melepasnya di hutan. Di taman nasional Botswana, Sirga kini bisa berburu mangsa sendiri. Meski berada di alam liar, binatang seberat hampir 50 kg ini masih mengenali dua penyelamatnya. Foto-foto yang diabadikan fotografer Nicolai Frederik Bonnin menunjukkan momen ketika Sirga bertemu kedua penyelamatnya. Dia berlari, kemudian berdiri dengan dua kaki belakang, lalu menggunakan kaki depannya untuk "memeluk" penyelamatnya. Dia, layaknya binatang yang mengenali kawannya, juga sesekali mengajak bercanda penyelamatnya. Misalnya, memainkan kaki Gruener, dan sesekali menubruk Legarth seperti hendak melahapnya. "Induk dan dua anak lainnya tewas saat kami menemukan Sirga dalam kondisi lemah tanpa makanan," kata Legarth, 30 tahun. Ia mengatakan ikatannya dengan Sirga seolah-olah seperti Sirga merupakan bagian dari kebanggaannya. Sirga menjadi mercusuar bagi keberhasilan Modisa Wildlife Project yang didirikan di Botswana oleh Gruener, warga Jerman, dan Legarth, warga Denmark. Organisasi ini berkutat di bidang penyelamatan singa dan pelestarian populasinya. Botswana, luasnya dua setengah kali ukuran Inggris, memiliki wilayah padang gurun yang luas. Namun seiring dibukanya lebih banyak ladang, konflik antara manusia dan singa kian bertambah. Modisa Wildlife Project yang bekerja sama dengan petani lokal dan Willie De Graaff, pemilik Grassland Safari Lodge, kini berjuang untuk menemukan solusi jangka panjang. Rencana jangka pendek adalah merelokasi singa yang bersinggungan dengan petani ke kawasan lindung di mana mereka memiliki cukup mangsa liar untuk dimakan. Salaminspirasi

TEMPO.CO, Gaborone - Sirga tengah terpisah dari kawanannya dan tersesat ketika diselamatkan oleh Valentin Gruener dan Mikkel Legarth. Binata...